Menggali Lebih Dalam Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Menggali Lebih Dalam Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Agen Bola – Penduduk Indonesia khususnya warga ibukota Jakarta harus berbangga hati karena memiliki stadion Gelora Bung Karno atau biasa disingkat GBK. Stadion olahraga ini pada mulanya dibangun berkat penunjukkan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games ke-IV pada tahun 1962. Jadi tidak heran apabila pembangunan stadion ini sangat difokuskan pemerintah, karena digunakan pada taraf internasional.

Bukan hal yang mudah untuk mendapatkan sokongan dana dari pihak asing, untuk memulai pembangunan GBK. Setelah di tolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat, akhirnya perjuangan Bung Karno berbuah manis. Kunjungannya ke Moskow pada 1956 diterima dengan tangan terbuka, dan negosiasi pun berjalan hingga ketuk palu pada tahun 1958.

Akhirnya pembangunan pun dapat berjalan pada tahun 1960, setelah mendapat dana dari Uni Soviet sebesar 12,5 juta dollar. Tentunya itu bukanlah uang yang sedikit jumlahnya. Dan ini masuk ke dalam proyek pemerintah dengan dana berupa hutang pada pihak asing. Awalnya Bung Karno menerima banyak kritik akibat keinginannya untuk membangun Stadion GBK di Jakarta. Banyak pihak yang menudingnya menghamburkan uang dan menambah hutang negara.

Tapi ada satu pernyataan Bung Karno dikutip dari otobiografi Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia karya Cindy Adams, “Ini semua bukanlah untuk kejayaanku, semua ini dibangun demi kejayaan bangsa. Supaya bangsaku dihargai oleh seluruh dunia.”

Karena akhirnya Stadion GBK menjadi salah satu kebanggaan negeri ini, tempat diadakannya ajang olahraga internasional. Sehingga Indonesia tidak akan malu di mata dunia. Stadion GBKpun dibuka dan diresmikan pada tahun 1962, ditahun yang sama dengan berlangsungnya Asian Games ke-IV.

Baca Juga: Marinus Wanewar, Kuda Hitam Bagi Timnas Indonesia U-22

Ada yang berbeda dari Stadion ini, dibandingkan dengan stadion daerah lain di Indonesia. Yaitu atapnya yang berbentuk temugelang, atas permintaan Bung Karno sendiri. Bung Karno memiliki tujuan agar para penonton terhindar dari terik matahari dan hujan, sehingga nama Indonesia akan dikagumi oleh dunia.

Stadion GBK memiliki kapasitas sebanyak 110.000 tempat duduk, dan berkurang menjadi 88.083 pada tahun 2006. Lalu menjadi 77.193 pada 2016, dan direnovasi kembali pada tahun 2016-2017. Stadion GBK awalnya bernama Gelanggang Olahraga Senayan, dan akhirnya kata “Senayan” diganti menjadi Bung Karno sebagai bentuk penghormatan atas jasanya pada tahun 2001.

Nantikan artikel selanjutnya hanya di Buanabet!