Sejarah Terbentuknya PSSI dan Skandal Kelam Nan Kontroversial

Sejarah Terbentuknya PSSI dan Skandal Kelam Nan Kontroversial

Agen Bola – Skandal PSSI – Setiap cabang olahraga di Indonesia, memiliki organisasi kepengurusan secara resmi maupun tidak. Salah satu cabang olahraga yang sangat diminati oleh masyarakat awam adalah sepak bola. Pada jaman penjajahan terdapat juga organisasi yang menaungi cabang sepak bola.

Namun karena banyaknya diskriminasi kala itu, terbentuklah organisasi-organisasi kecil. Dan pada tahun 1930, lahirlah Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia yang kita kenal sekarang dengan sebutan PSSI. Saat itu, PSSI dibentuk dengan tujuan politis yang berkeinginan untuk menentang penjajahan. Didirikan oleh Ir. Soeratin Sosrosoegondo, dan berstatus menjadi Ketua Umum pertama organisasi PSSI.

PSSI menjadi bukti, bahwa olahraga dapat menjadi media untuk menebarkan benih-benih nasionalisme pada pemuda saat itu. Para pemuda mulai sadar pentingnya persatuan, dan olahraga sepak bola menjadi penyemangat mereka. PSSI pun masuk menjadi anggota FIFA pada tahun 1952, dan ikut menjadi anggota AFC pada 1954.

Sejak habis masa kepemimpinan Soeratin di PSSI, organisasi yang harusnya membanggakan menjadi penuh dengan kisruh internal. Beberapa kasus belum terselesaikan hingga kini, dan kasus korupsipun juga masuk ke dalam lingkar organisasi PSSI.

Baca Juga: Menggali Lebih Dalam Sejarah Stadion Gelora Bung Karno

Bisa dilihat bahwa dunia persepakbolaan maju secara pesat, tetapi PSSI sebagai induk dari asosiasi sepak bola nasional tidak membawa hasil yang terlalu membanggakan. Miliyaran rupiah sudah dihabiskan dalam rangka membawa timnas untuk menjadi perwakilan yang dapat membawa harum Indonesia.

Berikut adalah skandal-skandal kelam yang terkuak dalam sejarah berdirinya PSSI.
  1. Korupsi Nurdin Halid
    Nurdin Halid dikecam untuk mundur dari posisinya sebagai ketua umum PSSI saat itu. Bahkan hingga diancam dijatuhakn sanksi oleh FIFA, Nurdin tidak juga gentar. Peraturan yang ada dalam PSSI pun diubah kata-katanya, sehingga Nurdin tetap dapat menjabat sebagai ketua PSSI setelah keluar dari balik jeruji besi.
  2. Kisruh Liga Primer Indonesia (LPI)
    Sanksi degradasi diberikan oleh PSSI pada klub-klub yang menyatakan ikut berkompetisi di ajang yang bukan diadakan oleh PSSI. PSSI juga tidak menjelaskan alasannya tidak menyetujui diadakannya LPI, akhirnya LPI disetujui langsung oleh pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng.
  3. Nasib Naas Alfred Riedl
    Dipecat dan tidak digaji, kurang tidak adil apalagi yang dirasakan oleh Alfred Riedl. Hingga kini kasusnya tidak kunjung selesai, dan masih tergantung-gantung.
  4. Pembekuan PSSI
    Setelah memiliki konflik dengan pemerintah dan BOPI, PSSI pun dibekukan. Pemerintah berniat untuk mengambil alih kewenangan PSSI, dan membentuk kembali komite kepengurusan yang kompeten.
  5. Sanksi FIFA
    Dicabutnya pembekuan PSSI, dengan tujuan agar Indonesia tidak terkena sanksi oleh FIFA. Namun apadaya, akhirnya FIFA tetap melayangkan sanksi pada timnas dan seluruh klub di Indonesia. Indonesia dilarang untuk ikut berkompetisi di ajang internasional yang diadakan oleh FIFA maupun AFC
  6. Skandal Pengaturan Skor
    Topik ini menjadi sangat sering muncul dibahas diseluruh media Indonesia. Skandal ini masih dalam tahap penyelidikan, dan Ketua Umum PSSI Joko Driyono ikut terjerat dalam kasus ini hingga akhirnya memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Nantikan artikel selanjutnya hanya di Buanabet!